Masalah
Pelanggan cerewet tanya status via WA
Satu pelanggan bisa chat 3–4 kali sehari: "sudah jadi belum?". Kasir jadi operator call center, teknisi terganggu, dan pesan berhamburan di banyak chat.
Tiga drama terbesar operasional bengkel manual — dan bagaimana Servisin menyelesaikannya satu per satu.
Setiap masalah operasional yang membuat pemilik bengkel pusing kepala — punya solusi digital yang teruji di ratusan toko servis.
Masalah
Satu pelanggan bisa chat 3–4 kali sehari: "sudah jadi belum?". Kasir jadi operator call center, teknisi terganggu, dan pesan berhamburan di banyak chat.
Solusi Servisin
Saat WO dibuat, pelanggan otomatis menerima link tracking. Mereka memantau progres real-time dari browser — tanpa install aplikasi. Pertanyaan berulang dijawab AI Bot 24/7.
Masalah
"Waktu saya bawa kok mulus!" — sengketa lecet, penyok, sampai tutup lemparan jadi drama bulanan. Tanpa bukti foto, toko selalu yang rugi demi menjaga nama.
Solusi Servisin
Kondisi barang difoto dari 4 sisi + IMEI tercatat via AI OCR saat barang diterima. Bukti tersimpan di work order dan bisa dikirim ke pelanggan sebagai pernyataan bersama.
Masalah
Jasa vs sparepart, garansi vs kerja ulang, potongan parts rusak — dihitung manual pakai kalkulator dan kertas. Selalu ada yang merasa dikurangi, selalu ada selisih.
Solusi Servisin
Komisi dihitung otomatis per work order: persentase jasa ke teknisi, margin sparepart ke toko, termasuk garansi. Rekap payroll siap cetak tiap periode — akurat sen rupiah.
500+
Bengkel aktif di seluruh Indonesia
1,2 jt+
Work order diproses tiap bulan
< 1 dtk
Cek garansi via scan IMEI/barcode
4,9/5
Rating kepuasan pengguna Servisin
Duma konkrit dari toko yang sudah pindah dari buku tulis ke Servisin.
“Dulu tiap hari dapat 30-an chat tanya "sudah jadi belum?". Sekarang tinggal kirim link tracking sekali, pelanggan memantau sendiri. Chat masuk tinggal yang penting-penting saja.”
Rizky Pratama
Pemilik Rizky Cell · Jakarta
“Komisi 3 teknisi dulu dihitung manual 2 hari. Sekarang split billing jasa vs sparepart jalan otomatis, payroll tinggal saya review. Selisih hitung? Tidak pernah ada lagi.”
Sari Wulandari
Pemilik SarTech Laptop Service · Bandung
“Intake foto 4 sisi + IMEI via OCR itu penyelamat. Terakhir kali pelanggan komplain lecet, saya tinggal buka work order — foto awal lengkap. Berakhir sopan, toko tetap dipercaya.”
Andi Wijaya
Pemilik Elektro Jaya · Surabaya
Servisin lahir dari keseharian toko servis: nota yang hilang, pelanggan yang marah karena tidak ada kabar, dan akhir bulan yang selalu dihabiskan untuk berhitung komisi dengan kalkulator. Kami membangun setiap fitur dengan satu pertanyaan — "apakah ini menghilangkan drama harian pemilik bengkel?" Kalau jawabannya tidak, fitur itu tidak kami rilis.
Hasilnya terlihat di angka: ratusan bengkel aktif, lebih dari satu juta work order diproses tiap bulan, dan rating kepuasan 4,9/5 — dibangun bukan dari iklan besar, tapi dari rekomendasi pemilik bengkel ke pemilik bengkel lain.
Kami tahu koneksi di lokasi bengkel tidak selalu bagus, karyawan tidak semuanya melek teknologi, dan pelanggan Anda hidup di WhatsApp. Karena itu Servisin dirancang ringan untuk jaringan 3G, antarmukanya satu aplikasi untuk semua peran, dan semua komunikasi pelanggan mengalir lewat WhatsApp — bukan aplikasi aneh yang harus mereka install.
Ukuran bengkel yang sehat bukan hanya omzetnya, melainkan apakah ia tetap berjalan baik saat pemiliknya tidak di tempat. Banyak pemilik yang tidak bisa berlibur seminggu pun — semua harga, komposisi komisi, posisi sparepart, dan preferensi pelanggan hanya ada di kepala mereka. Liburan jadi mustahil; sakit pun berpotensi jadi krisis.
Servisin memindahkan seluruh pengetahuan operasional itu ke sistem: harga standar tersimpan di master jasa, alur kerja tertanam di status work order, komisi berjalan dengan aturan otomatis, dan laporan harian bisa dipantau dari HP di mana pun Anda berada. Pemilik tetap pengambil keputusan — tetapi tidak lagi menjadi titik kegagalan tunggal tokonya sendiri.
Nota yang menumpuk di laci bukan arsip — ia adalah data yang terkunci. Selama pencatatan masih manual, mencari riwayat servis pelanggan berarti menggali tumpukan kertas, dan mengingat kapan garansi habis berarti mengandalkan hafalan. Padahal data itu sendiri bernilai: riwayat unit, kebiasaan pelanggan, dan pola kerusakan adalah bahan bakar keputusan bisnis.
Di Servisin, setiap nota yang pernah terbit menjadi baris yang bisa dicari dalam hitungan detik — berdasarkan nama, nomor WhatsApp, IMEI, atau nomor WO. Daftar pelanggan yang terbentuk otomatis dari setiap transaksi juga menjadi aset pemasaran termurah bengkel Anda: kirim kabar saat promo, ingatkan saat garansi akan habis, tawarkan servis rutin di saat yang tepat.
Berlangganan mulai Rp99.000/bulan, bayar langsung sesuai durasi Anda. Rasakan bedanya minggu pertama: intake lebih cepat, pelanggan lebih tenang, komisi teknisi beres otomatis.